Reuni Kecil-kecilan
Kalau sudah bicara kampung halaman, bicara teman lama, bicara zaman sekolah dulu, maka Bangka dan SMP UPTB Lampur menjadi bahan pembicaraan yang paling menyenangkan bagiku.
Ada untungnya juga punya akun FB...jadi bisa bertemu lagi dengan para sahabat lama di SMP dulu.
Tanggal 2 Juli 2011 di kota Pangkal Pinang pun ditetapkan sebagai tanggal reuni. Sayangnya, aku harus melewatkan momen seru-seruan ini karena ada beberapa kegiatan penting yang ada hubungannya dengan pendidikan dan sekolah yang tidak bisa ditinggalkan. Maklum, bulan Juli itu lagi sibuk-sibuknya PSB (penerimaan siswa baru). Pulang ke Bangka cuma buat sehari dua hari? Berat di ongkos Buuu.....hehehe..
Akhirnya aku dan tiga sahabat SMP yang lain sepakat buat reuni kecil-kecilan. Hanya berempat yaitu aku, Layli Susanti, Aljum Adnan dan Ibing a.k.a Maman. Mumpung sama-sama di Bandung nih.Lokasi yang kita pilih adalah rumahnya Layli. Aku dibujuk untuk menginap di rumah Layli. Iming-imingnya adalah mau masak masakan Bangka. Tau aja deh mereka, kalau aku ini sudah kangen banget sama masakan khas Bangka. Ghiya dan Salman pun ikut serta, sekalian pamer anak...hahaha...
Cerita tentang makan-makan aja ya...
Untuk makan malam, aku ditodong buat masak Lempah Kuning Nanas. Yang lain bilang, “ Duh...aku ga bisa nih!”
Sebagai pendekar pembela perut yang keroncongan....aku maju terus pantang mundur dengan ajian ,” Kalau ga enak,jangan protes!”
Taraaaa......Lempak Kuning Nanas dengan ikan baby bawal putih pun sukses dibuat dan katanya siih, tidak mengecewakan.
Keesokan harinya, sepulang jalan-jalan di Dago Car Free Day sambil menunggu Kaka Rafi(anak gantengnya Layli) latihan bola, mampir sebentar di pasar sederhana. Doh...lihat penampakan bacang yang orang Sunda bilang limus.

Ide membuat sambal bacang pun segera terlintas. Apalagi ada stok ikan kerapu di kulkas Layli. Masih dengan gaya todongan, mereka bilang,” Tapi aku ga bisa bikin sambel bacang!”
Dan pendekar ini pun maju,” Ah, kayaknya bisa deh. Sambel mah gitu-gitu aja!”
Cukup sotoy kan sodara-sodara? Padahal seumur-umur belum pernah bikin sendiri sambal bacang. Kalau makan sih, jangan ditanya.

Bahan dan caranya yaitu satu jempol terasi bangka bakar dan 4 siung bawang merah yang dibakar, lalu dihaluskan dengan cabe keriting atau cabe rawit. Tambahkan garam dan sedikir gula. Satu setengah buah bacang, kupas dan cincang kasar. Lalu aduk rata.
Harusnya penampakan sambel bacang itu seperti ini. Yang punya ku, malu ah! Berhubung cabe keriting merahnya tidak ada, sambelku pucat pasi...hahaha. Tapi meski dengan penampilan seadanya, kami yang tinggal bertiga (Ibing a.k.a Maman tidak menginap), makan dengan lahap. Bang Aljum sampai beberapa kali menambahkan nasi ke piringnya. Kalap bener Paaak!!
Kecil-kecilan begini saja sudah seru banget.... sayang harus ada insiden Bang Aljum sakit perut. Usut punya usut, ternyata karena saking kalapnya makan ikan kerapu panggang dengan sambel bacang. Duh...maaf ya Bang....
Foto dapet minjem dari FB Amang Pulau di Bangka Pulau Asal Kite
225 Komentar
-
-
4 May 2011, 7:02 amSalam takzim
Fotonya keren euy
maap jarang main jadi ga kebagian deh
Salam Takzim batavusqu-
-
5 May 2011, 9:49 amtetapi tetap menggiurkan mbak, hehehe ke Soreang bisa ketemu ga yah sajian ini
-
-
-
-
4 May 2011, 8:25 amWaduh istriku waktu buka postingan ini langsung tanya apa itu yah....? ada fotonya mangga lagi.........*edisi ngiler tak tertahankan......:)
-
4 May 2011, 11:32 amOooh...jadi limus bisa dibuat sambel gitu jg toh, pasti pedes2 seger ya *slurup*
-
4 May 2011, 2:41 pmReuni kecil2 4 pasutri dengan anak3nyapun cukup meriah. Saya bisa menggambarkan suasana pasutri muda seperti itu dengan anak-2 yang masih kecil. Saya juga bisa menduga obyak pembicaraannya! Yang jelas meriah dan meningkatkan silaturahmi.
Mbak Desri bisa membayangkan kalau yang kumpul reuni itu pasutri yang rata2 umurnya sudah kepala 6 ?? Kami menyebut itu kelompok S-2 dan S-3. Bukan strata akademik yang memang teman seangkatan yang profesi dosen tentu sudah S-2 ataupun S-3. Dimaksudkan S-2 adalah "sampun seouh" dan S-3: "sampun sepuh sanget" Dalam bahasa Indonesia sudah tua - sudah tua sekali !!
Kami reuni 3 - 4 bulan sekali umumnya dalam kota Yogya mengambil tempat restoran yang cukuyp besar untuk menampung sekitar 50 orang. Menu makanan non kolesterol. Mbak Desri tahu apa objek pembecaraan untuk orang lansia seperti kami? Yang jelas berbeda jauh dengan kelompok mbak Desri. Kalau nyaqnyi2 dengamn irama yang sedang dan cepat ibu2 spontas gerak poco2. Kalau sudah kumpul seperti itu rasanya kami ini belum lansia. Ha, ha, haaaa-
7 May 2011, 4:54 amhihihi...aku lagi bayangin kalo nanti seusia Eyangkung, aku bisa ga ya nari poco-poco....?
-
-
4 May 2011, 3:54 pmbikin ngecess...cess..ceess....aseeemmmm benerrrrr kelihatannya
dimakan pake lalap singkong, nasi anget plus ikan asin....
segeerrr...
:lol: -
4 May 2011, 7:59 pmwah dapet resep baru nich. keliatan mantep bgt sambelnya. boleh nuch dicoba bikin ahhh..
Di tempat ku juga itu dinamai buah limus. -
4 May 2011, 8:19 pmreuni kecil2an gini malah lebih enak kan, bisa lebiha banyak yang diceritain apalagi pakai nginap dan masak masakan khas daerah ya...
bisa pada tidur nggak? janag2 ngobrol semalaman -
-
5 May 2011, 3:55 amWuih ternyata ada juga tanggal reuni hehe..
Hmmmm.. minta bungkusin satu yg di foto itu dong Mbak.... -
5 May 2011, 12:29 pmemmm, enak tuh makanannya bund, bagi-bagi donk, jadi pengen :) hehehe
-
Sepertinya di Makassar juga ada sambal mangga muda... duh jadi ngiler euy. Apalagi masakan ikan. Aku suka ikan soalnya
EM