Munggahan
Ramadhan sudah benar-benar di depan mata. Berbagai persiapan menjelang Ramadhan mulai terasa. Pasar bahkan lebih ramai dari hari-hari sebelumnya. Harga yang melambung tidak menyurutkan langkah para ibu untuk menyiapkan makan sahur yang istimewa, khususnya di pagi pertama Ramadhan ini. Orang Bandung menyebutnya dengan munggahan. Seluruh keluarga akan berkumpul agar bisa munggahan bersama. Sedih rasanya bila sahur pertama ini tidak dilalui bersama keluarga tercinta.
Hidangan yang disiapkan juga adalah hidangan istimewa yang berbahan dasar daging. Bisa daging sapi atau pun ayam. Tapi daging sapi lebih difavoritkan. Tak aneh kalau normal harga daging sapi per kilogramnya adalah Rp.60.000,-, maka saat munggahan seperti sekarang ini harganya bisa melambung sampai ke angka Rp.77.000,- per kilogramnya. Yang namanya hari istimewa, mahal juga dibeli!
Kali ini Mamah sudah persiapan untuk memasak sop kaki sapi untuk malam munggahan. Bahkan Mamah sudah membeli bahan-bahannya sejak kemarin. Alasannya untuk menghindar dari harga yang lebih tinggi jika membeli di H-1 ini. Sedangkan aku sendiri belum tahu hendak memasak apa untuk munggahan. Bagiku, Ramadhan selalu istimewa walau dengan hidangan yang sederhana sekali pun. Prinsipku, yang penting sahur! Ternyata suami juga tidak menuntut ingin hidangan khusus. Saat kutanya ingin dibuatkan masakan apa, dengan santai ayah Ghiya bilang, “ Ga usah repot-repot lah Bu, biasa-biasa saja. Yang penting ada makanan saat sahur…”
Lain di mulut lain di selera.....
Setelah bicara seperti itu, kemarin sore ayah Ghiya pulang membawa daging sapi satu kilogram. Ternyata ia membeli dari temannya. Sambil nyengir, ayah Ghiya bilang, “ Bu, bikin rendang ya?”
Menu sederhana berbentuk telur dadar saat munggahan dalam otak malasku langsung sirna. Harus ke pasar dan berdesak-desakan dengan ibu-ibu yang lain. Membuat rendang tentu membutuhkan banyak bumbu dan santan. Dan bumbu rempah-rempah itu lah yang tidak ada di rumahku saat ini.
Terlepas dari hidangan istimewa untuk munggahan ini, Kami sekeluarga mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh sahabat. Semoga amal ibadah kita di bulan yang suci ini menjadi jejak baru untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi. Semoga masih ada usia untuk menjejak lagi di Ramadhan berikutnya, amin.
Sayangnya, munggahan kali ini keluarga besar kami kehilangan salah satu anggota keluarga. Paman kami tercinta yang biasa dipanggil dengan Abah Iwan, telah tutup usia pada hari Sabtu kemarin, 30 Juli 2011. Rasa sedih yang sangat karena kehilangan sosok yang ceria bercampur dengan rasa gembira menyambut Ramadhan telah menyelimuti suasana munggahan kami tahun ini. Semoga Ambu Iyam, Rangga, Ranti dan Runi bisa tabah menghadapi musibah ini. Dan semoga amal ibadah Abah diterima disisi Allah, Swt. Amin.
24 Komentar
-
-
31 Jul 2011, 2:55 pmmunggahan itu dari daerah mana y?
kayaknya di Medan dulu juga pake istilah itu deh
hehehe ketawa saya mbacanya mba
saya dan suami juga sepakat nih mau bersahur dan berbuka apa adanya saja, mau prihatin, moga2 bisa, biar lebih terasa makna berpuasanya.
selamat menunaikan ibadah puasa ya mba -
31 Jul 2011, 4:47 pmUntuk mbak Desri dan seluruh keluarga,
SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA EAMADHAN SEMOGA IBADAHNYA BERJALAN LANCAR DARI AWAL SAMPAI AKHIR SAN DITERIMA ALLAH SWT.
Rendang daging, sop kaki, sop buntut semur lidah steak dan sejenisnya itu memang nikmat dan lezat untuk berbuka puasa dan sahur. Tapi jangan tiap hari karena kolesterol tinggi -
2 Aug 2011, 10:05 amTerus terang saja ini urusan wanita, saya nggak tahu apa mangsutnya dhe. Innaalillaahi wa innaa ilaihi raaji'uuun untuk pamannya dhe, semoga kembalinya paman dengan lancar bisa ketemu malangekat Munkar Nakir.
-
5 Aug 2011, 4:15 ammat ramadhan mbak Desri.. turut berbelasungkawa sedalamnya atas berpulangnya Abah Iwan.. semoga amal almarhum di terima disisi-Nya aamiin
-
15 Sep 2011, 8:15 amInnalillahi waa innalaihi rojiun
Turut berduka atas kepergian Abah Iwan
Masih suasana lebaran, mohon maaf lahir bathin ya teh
kalau di tempat saya ngga ada Munggahan, persiapan lebih kepada persiapan menghadapi sholat tarawih. Secara khusus mempersiapkan menu sahur istimewa rasanya tidak ada ditempat kami. Hebatnya Indonesia beragam budaya dan adatnya.
Btw..saya kira saya aja yg kena penyakit malas nulis, ternyata teteh malah lebih lama hehehe..mana nih posting baru nya
:) -
1 Dec 2011, 8:18 pmwuih masih blum mudun-mudun ya, munggah terus posting ini..
ayooo semangat ngeblog lagi :) -
9 Feb 2012, 3:25 pmada kenangan tersendiri munggahan tahun lalu,,sangat menyenangkan,,somoga tahun ini pun seperti itu atau bahkan lebih dari itu
ramai sekali ni tadi pasar... :D