Sahabat dan Cinta
Ini adalah kisah ke satu dari tiga cerita bersambung " Labuhan Hati Sang Bidadari "
Subuh telah menjelang. Yuda terbangun oleh suara adzan dari masjid dekat rumahnya. Namun ada yang salah, Yuda merasa tenggorokannya menyempit. Ia susah menelan, sekalipun itu adalah air liurnya sendiri.
Ah, barangkali aku kurang minum! Atau mungkin karena aku kurang tidur semalam? pikirnya menenangkan hati sendiri.
Yuda berusaha bangkit dari ranjangnya yang empuk. Namun saat menjejakkan kakinya di lantai, Yuda terhempas lagi ke ranjang. Kali ini Yuda merasa ada yang salah dengan lututnya. Ia merasa nyeri yang tak tertahan saat harus berdiri. Ya ampun, apalagi ini?
“ Bi….Bi Juju…!”
Yuda berusaha memanggil Bi Juju yang bekerja di rumahnya. Tapi yang keluar hanyalah bisikan. Ia tak mampu bersuara, apalagi berteriak. Yuda tercekat dan mulai panik.
Hari ini adalah hari pernikahannya dengan Meitha. Dan ia tidak mungkin bisa datang dalam kondisi seperti ini.
Sms…!Aku harus sms Meitha dengan segera! Dalam paniknya Yuda berusaha menggapai handphone nya yang ia taruh di atas meja kecil di samping ranjangnya. Gerakan yang tergesa-gesa membuat handphone terjatuh dan tercerai berai.
Yuda lemas. Terbayang olehnya air mata yang mengalir di pipi mulus Meitha. Bidadarinya itu tak kan terima dipermalukan seperti ini. Mereka sudah menyebarkan begitu banyak undangan untuk menghadiri acara besar hari ini. Bagaimana cara untuk membatalkannya? Yuda bingung. Yuda menangis dalam sepinya.
Wahai pemilik nyawaku
Betapa lemah diriku ini
Berat ujian darimu
Kupasrahkan semua padamu
Rumah Meitha yang sudah ramai sejak tiga hari yang lalu, tampak lebih semarak lagi hari ini. Semua wajah terlihat sumringah. Pernikahan antara Meitha dengan Yuda adalah peristiwa besar bagi keluarga Meitha. Sebagai anak perempuan satu-satunya dalam keluarga, Meitha memang selalu menjadi pusat perhatian.
Meitha keluar dari kamarnya. Ia terlihat anggun dalam busana tradisional yang dikenakannya. Kecantikannya semakin memancar karena senyum bahagia tak lepas dari bibirnya. Egi tertegun menatap Meitha. Ia tahu kalau Meitha cantik, tapi dalam busana pengantinnya hari ini, Meitha menjelma menjadi bidadari di mata Egi.
“ Egiii….Gimana? aku cantik kan?” suara manja Meitha menggelitik ruang dengar Egi.
“Cantik banget , Mei! Yuda memang beruntung mendapatkan kamu,” puji Egi setulusnya. Senyum Meitha semakin berbinar. Kalau saja kamu dan Yuda bukan sahabat karibku, sudah kurebut kamu dari pelukan Yuda, Mei! batin Egi melanjutkan.
“ Kamu enggak datang bareng Yuda?” tanya Meitha.
“ Yuda ingin datang sendiri. Yuda menginap di rumah untuk kalian nanti. Aku datang bersama keluarganya. Kamu tahu sendiri lah, keluarga Yuda sudah menjadi keluargaku sendiri,” jelas Egi.
Hari semakin siang. Yuda belum menampakkan dirinya. Meitha meremas tangannya dengan keras. Handphone Yuda tidak aktif. Apa yang terjadi? Kemana Yuda? Yuda kecelakaan kah? Yuda melarikan diri kah? Wajah cantik Meitha mulai kusut. Bisik-bisik para tamu mulai berdengung seperti suara lebah. Kedua keluarga terlihat panik.
“Mei, Papa tidak akan membiarkan kejadian memalukan ini. Kamu tetap harus menikah hari ini. Terserah dengan siapa juga,” kata papa Meitha dengan wajah memerah. Meitha tertegun, dengan siapa ia harus menikah kalau bukan dengan Yuda? Pandangannya tertuju kepada Egi.
Apakah yang terjadi selanjutnya? Apakah Meitha akan menikah dengan Egi? atau tetap menunggu Yuda?
Ikuti kelanjutan kisahnya di Fanty dalam Mimpi Egi dan Tanti dalam Pertemuan Dua Hati
Artikel ini diikutsertakan dalam Pagelaran Kecubung 3 Warna di newblogcamp.com.
141 Komentar
-
-
-
-
31 Mar 2011, 3:14 pmSalam Takzim
Mbak Desri semoga menang
saya belum sempat mapir ke tim yang lain
Salam Takzim Batavusqu -
31 Mar 2011, 6:17 pmTerima kasih atas partisipasi sahabat.
Saya akan melanjutkan perjalanan ke kisah selanjutnya
Daftar seluruh peserta dapat dilihat di page Daftar Peserta Kecubung 3 Warna
di newblogcamp.com
Salam hangat dari Markas BlogCamp Group - Surabaya
-
1 Apr 2011, 7:54 amsiapa yang akan dipilih ya mbak desri,,aku penasaran deh...
-
-
2 Apr 2011, 11:58 amDetik-detik yang sanagt menegangkan ternyata masih ada saja kejadian yang tida diharapkan. Ada saja kendala yang yang terjadi. Bagaimana ya cerita selanjutnya?
Cerita sudah dicatat dalam buku besar juri, terima kasih -
-
4 Apr 2011, 4:57 pmDisaat detik terakhir menuju kebahagiaan, masih ada juga halangan, ya hanya Allah lah yang tau apa yang terjadi pada manusia, berpasrah adalah jawabnya.. semoga meitha menemui kebahagiaannya.. lanjut ke pos 2.. :)
walaupun agak terlambat, Juri Kecub datang,, untuk mengecup karya para peserta,, mencatat di buku besar,, semoga dapat mengambil hikmah setiap karya dan menyebarkannya pada semua
sukses peserta kecubung 3 warna.. :) -
8 Apr 2011, 7:28 amLihatlah, manusia telah merencanakan segalanya hingga nyaris sempurna. Namun tak ada yang mampu melawan kuasa Nya.
Kisah telah disimpan dalam memori untuk dinilai.
Salam hangat selalu.