Burung Kecil Dan Pemburu

burung kecil

 

Seekor burung kecil menggigil ketakutan di ranting pohon, saat mengetahui sepucuk senapan angin mengarah kepadanya. Sayapnya yang mungil tak sanggup membuka dan terbang menghindar dari ancaman letusan yang akan keluar dari moncong senapan itu.

            Dengan mata terbuka dan memohon, ia berkicau,

            “ Wahai Tuan Pemburu! Jangan tembak aku….. Tubuh kecilku ini tak akan ada artinya untukmu. Jika Tuan lapar, daging di tubuhku ini tak seberapa. Tak kan bisa menghilangkan rasa lapar Tuan…..”

            Sang pemburu masih membidikkan senapannya….

“ Wahai Tuan Pemburu! Suaraku memang tak seberapa merdu. Tapi dengarlah….Bukankah suara parauku bisa meramaikan suasana hutan ini? Tolong lah….jangan tembak aku!” kicau burung kecil semakin liar.

            Namun bagi pemburu itu, kicau burung kecil membuatnya semakin bersemangat. Ia mengarahkan senapannya tepat ke jantung burung kecil itu.

DOOORRR!!!!

            Burung kecil melayang tak berdaya di udara dan sesaat kemudian telah berada di atas tumpukan daun-daun kering hutan. Nafasnya tersengal, jantungnya terasa membeku. Tak terdengar lagi suara kicau dari paruh mungilnya.

            Sementara itu, sang pemburu berteriak puas. Ia gembira karena merasa telah menjadi penembak ulung. Dengan rasa bangga yang membuncah, ia memegang sebelah kaki burung kecil itu dan mengangkatnya tinggi-tinggi. Lalu ia pun berseru,

            “ Hai kawan…lihatlah! Burung sekecil ini pun bisa ku dapat hanya dengan sekali tembakan!”

            Di antara sengalnya, burung kecil itu masih berusaha berkicau….

            “ Wahai Tuan Pemburu… seharusnya… Tuan… tetap… membiarkan… aku… terus… berkicau… untuk…meramaikan… harimu…!”

            Lalu senyap. Burung kecil itu telah mati.

 

Foto diambil dari FB Bangka Pulau Asal Kite

56 Komentar

Innalillahi wa inna ilaihi roji'un...

kejam sekali si pemburunya bun, ga ada belas kasihan sama sekali...
orang2 semacam ini nih yang bikin rusak alam kita... :(

smoga kau tenang di sana wahai burung... :)

salaam

iyaaa....kejam banget!
aku sampe nangis berurai airmata nih....

Itu adalah kisah antara burung kecil tanpa daya dan manusia perkasa yang bersenjata. Di dunia dalam kelompok antar bangsa dan antar manusia juga terjadi kisah macam itu: yang perkasa dengan bangganya menindas si lemah tanpa daya. Juga dalam lingkungan antar hewan dan binatang.

Lihat sebuah kandang ayam. Yang paling kuat akan mametuk yang lebih lemah darinya, sehingga ayam yang paling lemah yang paling menderita!

Lihat dunia kita, kondisinya juga tak beda dengan kandang ayam. Bedanya manusia punya akal, ayam tidak

kisah ini sebagai tanda protes saya terhadap seorang sahabat, Eyang... Mudah-mudahan ia baca dan menyadari kalau saya tidak suka dengan hobinya yang satu itu....

Kisah yang mengenaskan, tapi cerita ini sudah lazim terjadi dalam keseharian kita, dan lama2 menjadi hal yang biasa. So pathetic :(

hanya sebuah kisah untuk mengingatkan sahabatku yang punya hobi nembakin burung. sapa tau dia baca kisah ini...

Sedih banget ternyata kisah si burung kecil.. niat untuk menghibur sirna sudh berganti dengan suara tembakan.. ckckck.

seandainya si pemburu tahu maksudnya, dan bisa mendengar kiacauan maksudnya.. ckckck

apa yang terjadi....koq aku ga bisa masuk ke blod gaphe ya?

iya, zaman skrg beda sama dulu. dulu saya bangun tidur terdengar kicauan burung2 liar...skrg sudah punah, tak ada satu pun yg tersisa..

hiks...masih terbayang saat ikut tidur di kebun tengah hutan dulu.

kasihan sekali ya , ga ada rasa terhadap hewan

kalah sama upin ipin ni orang ya mbak...pengen protes langsung tapi takyuuut, orangnya tinggi gede

Ah, burung kecil yg malang... :(

joe

cerita yang sangat menyentuh, betapa tidak berharganya nyawa makhluk hidup bila dibandingkan dengan kesenangan semata

makanya aku mo protes tuh...tapi ga berani protes langsung. orangnya tinggi gede sih

kenapa manusia bernafsu untuk memusnahkan sesuatu yang sangat diperlukan dalam hidupnya

ahh, pemburu, ulung tidaknya kau membidikkan senjata, bukan dengan terkaparnya burung yang tak berdaya itu, tapi "membidik hatimu sendiri" :(

Banyak banget orang nggak punya perasaan didunia ini yah..
Andai burung-burung yang ditembak bisa bicara, andai pohon-pohon yang ditebang bisa berkata....

mikir buat kesenangannya sendiri...ga mikir kalo anak cucu nya hanya bisa menikmati suara kicauan burung lewat rekaman saja ya mbak

si pemburu lebih mengutamakan kebanggaannya akan talentanya daripada rasa perikemanusiaan nya. hmmm...cerita yang bener-bener nyata

aku agak ngayal uga siih..hehehe....sebel sama sobat ku yang masih suka melakukan hal ini

loh kok endingnya tragis???

huhuhuhu... sang pemburu kejam sangat!

eh, pak pemburu, sini burungnya kasih buat saya aja, siapa tau pura-pura mati. tak goreng pasti enak dagingnya, hihihi...

jangan deket2...bisi jadi sasaran tembak juga..hehehe

sedih membacanya Teh
mmg benar padahal ga mungkin untuk dimakan
cuma untuk kesenangan saja
:(

hanya untuk membunuh waktu saja alasannya,,..huhft

asslamu'alaikum
mungkin kelak anak cucu kita hanya bisa melihat dan mendengar kicauan burung dari video saja.
salam kenal Mbak

iya..khawatirnya juga gitu.
salam kenal juga mas...

yuk ikutan Lomba Mapen 2011

http://charlycdesign.blogspot.com/2011/04/lomba-mapen-2011.html

kek nya aku telat tau nih

Dalem ... dan kicauannya pun menghilang. Lambat laun. Dan penyesalanlah yang didapat oleh sang pemburu ^_^

Kapan2 kopdar di Bandung, Teh!

hayuuuu...segera kita kopdar nya bang, sok iri lihat yang laen rame kopdar nyah...hehehe

Sedih membaca kisah si burung kecil yang terkapar di ujung senapan..

Bila nanti burung terakhir telah tertembak mati dan nggak ada burung yang lain lagi - tak ada lagi kicau burung bernyanyi.. (lirik lagu tamasya band)

sepertinya aku nyontek dari Tamasya Band neeh...punten ya masbro

Aih..akhir ceritanya tragis banget, sedih deh...
Gak happy ending :(
Kasian ya burungnya...
Semoga si pemburu sadar dan merasa bersalah.

aku selalu sedih setiap sobatku itu laporan mau pergi berburu

sedih juga, jadi inget waktu kecil suka menggunakan ketapel utk menjatuhkan burung....

aku juga pernah belajar maen ketapel...tapi ga pernah tepat sasaran :D

Kalawo saya jadi burung kecilnya, saya akan laporkan itu pemburu ke KPK dhe :lol:

iya...nanti kita demo bareng ya pak

Ndo'

Kejam sekejam negara ini. yang tak mau mendengarkan orang2 kecil...!!!

waduuuh...sampe melebar ke urusan negara nih!

mari kita rawat dan perhatikan bersama, makhluk tuhan yang lain yang ada di dunia ini

pemanfaatan hutan untuk kepentingan manusia boleh2 saja ya....asal tidak berlebihan

yg jelas tu pemburu bkan my sniper kan mi des...hhe

huuu bukan atuh say...yang ada malah dia my sniper...hehehe

tanpa adanya saling menghargai dunia tidak akan damai....

Programs, reviews of new products, reviews of software http://bestsoftwarehere.com/

kasian sekali burung itu
semoga arwah nya di terima di sisi alloh,Amin..

seru jg tuh kisah mbak Desri Susilawani, tentang burung wkwkwkwk, mbak Desri Susilawani, mampir2 ke situs q jg ya? ni>> http://ojolaliyombakne.worpress.com

Tinggalkan Komentar Anda